Dirjen Bimas Islam Muhammadiyah Amin menyebut bahwa tugas dan fungsi Ditjen Bimas Islam selalu menjadi perbincangan hangat di media. Pemberitaan terkait Bimas Islam tersebut seringkali menjadi isu nasional dan mendapat perhatian publik secara luas.Hal itu disampaikan Dirjen saat membuka Konsinyering Pengelolaan Data, Sistem Informasi, dan Humas Bimbingan Masyarakat Islam Tahun 2018 di AONE Hotel, Jakarta Pusat, Rabu (28/11).
Isu-isu tersebut, imbuh Dirjen, antara lain pendataan masjid dan mushalla, pengadaan kartu nikah, tuntunan penggunaan pengeras suara di masjid dan mushalla, siaran keagamaan di media, standar tetap imam masjid, data mubaligh rekomendasi Kemenag, fenomena nikah dini, hingga tilawah langgam Nusantara dan standarisasi khatib.
Terkait dengan data masjid, Dirjen mengatakan bahwa selama ini Ditjen Bimas Islam telah melaksanakan pendataan masjid dan mushalla di seluruh Indonesia. Data secara manual yang dihimpun dalam laporan Bimas Islam Dalam Angka (BIDA) menunjukkan jumlah masjid dan mushalla sebanyak 741.991, terdiri dari 296.797 unit masjid dan 445.194 unit mushalla.
Sementara data masjid yang diinput melalui Sistem Informasi Masjid (SIMAS) perhari ini (28 November 2018) mencapai 512.430 unit, terdiri dari 242.996 unit masjid dan 269.434 unit mushalla.
Isu masjid dan juga isu-isu lainnya terkait Bimas Islam yang menjadi perhatian masyarakat ini, imbuh Dirjen, perlu disikapi dengan arif dan bijaksana.
"Kita harus bisa menyikapi isu-isu tersebut dengan bijaksana," ujar Dirjen.
Dirjen mengatakan, isu-isu kebimasislaman selalu menjadi trending topik pemberitaan dan media sosial setidaknya dikarenakan empat faktor.
Pertama, umat Islam merupakan pemeluk agama mayoritas di Indonesia.
Kedua, tugas dan fungsi Ditjen Bimas Islam meliputi hampir seluruh aspek kehidupan umat Islam.
Ketiga, inovasi yang terus dilakukan oleh Ditjen Bimas Islam. Keempat, ada faktor lain selain faktor agama yang menjadi pendorong isu tersebut di media.
Kegiatan Konsinyering Evaluasi Pengelolaan Data, Sistem Informasi, dan Humas Bimbingan Masyarakat Islam Tahun 2018 berlangsung selama 3 hari, dari tanggal 28 hingga 30 November 2018 dan bertempat di AONE Hotel. Kegiatan ini dihadiri 60 orang yang terdiri dari pejabat dan staf Ditjen Bimas Islam, Unit Percetakan Alquran (UPQ), Badan Wakaf Indonesia (BWI), Badan Zakat Nasional (BAZNAS), dan Biro Humas, Data, dan Informasi (HDI).
Sumber: bimasislam.kemenag.go.id

Tidak ada komentar:
Posting Komentar